Relasipublik.com | Muba – Aksi penyetopan operasional PT Catur Elang Perkasa (CEP), kontraktor kelistrikan dan pendingin ruangan (AC) yang bekerja di lingkungan Medco Energi, memasuki hari keempat pada Selasa (21/7/2026). Aksi yang dilakukan Pemuda Simpang Tungkal tersebut menyebabkan aktivitas operasional perusahaan masih terhenti.
Berdasarkan pantauan di lokasi, tidak terlihat adanya aktivitas kerja di area operasional PT CEP. Massa aksi menyatakan akan tetap bertahan hingga terdapat penyelesaian atas tuntutan mereka terkait kesempatan kerja bagi masyarakat lokal.
Salah seorang perwakilan Pemuda Simpang Tungkal, Putra, mengatakan seorang karyawan PT CEP sempat mendatangi massa aksi untuk menanyakan kelanjutan aksi.
“Sempat ada salah satu karyawan PT CEP yang menghampiri kami dan menanyakan apakah aksi masih berlanjut. Beliau datang tidak mengenakan seragam kerja, melainkan pakaian santai.
Kami menjawab bahwa aksi akan terus berlangsung sampai ada penyelesaian yang jelas dan masyarakat lokal memperoleh kepastian atas hak mereka untuk mendapatkan kesempatan kerja,” ujar Putra.
Disnakertrans Muba: Data Karyawan Belum Terdaftar Perwakilan Pemuda Simpang Tungkal mengaku telah mendapatkan informasi dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Musi Banyuasin melalui pemberitaan di KetikPos.com (Senin, 20 Juli 2026). Berdasarkan informasi yang mereka peroleh, data karyawan PT CEP disebut belum terdaftar di Disnakertrans Muba.
Atas informasi tersebut, perwakilan massa aksi menilai perlu dilakukan klarifikasi lebih lanjut mengenai pemenuhan kewajiban administrasi ketenagakerjaan oleh perusahaan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk Peraturan Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Nomor 2 Tahun 2020 dan Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Selatan Nomor 6 Tahun 2019.
Tim hukum bersama perwakilan Pemuda Simpang Tungkal saat ini tengah menyiapkan dokumen dan bukti pendukung untuk menyampaikan pengaduan kepada Disnakertrans Muba. Selain itu, mereka juga berencana menyampaikan laporan kepada Komite Etik Medco Energi terkait dugaan pelanggaran yang mereka temukan.
Medco Energi Didesak Memberikan Tanggapan.Belum adanya penyelesaian dari pihak PT CEP maupun tanggapan resmi dari Medco Energi menjadi perhatian massa aksi.
Mereka meminta Medco Energi sebagai perusahaan pemberi kerja melakukan evaluasi terhadap vendor yang beroperasi di wilayah kerjanya. Perwakilan massa aksi juga meminta Medco Energi melakukan pemeriksaan apabila terdapat dugaan pelanggaran terhadap ketentuan perusahaan maupun peraturan ketenagakerjaan.
“Kami berharap Medco Energi tidak mengabaikan persoalan ini. Jika memang ada dugaan pelanggaran, termasuk dugaan keterlibatan oknum dalam proses rekrutmen tenaga kerja, kami meminta agar dilakukan pemeriksaan secara terbuka dan profesional sesuai mekanisme yang berlaku,” kata Yusri Arafat, S.H., M.H.
Massa Akan Bertahan, Pemuda Simpang Tungkal menegaskan akan tetap melanjutkan aksi hingga terdapat langkah konkret dari PT CEP maupun Medco Energi. Mereka berharap proses rekrutmen tenaga kerja di wilayah Ring 1 dilakukan secara terbuka, transparan, dan memberikan kesempatan yang adil bagi masyarakat setempat.
Massa juga menyatakan aksi berpotensi mendapat dukungan dari masyarakat desa-desa sekitar yang memiliki aspirasi serupa terkait kesempatan kerja bagi warga lokal.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Catur Elang Perkasa maupun Medco Energi belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan yang disampaikan massa aksi. (***)
















