Relasipublik.com | Lahat,- Pendapatan asli daerah kabupaten Lahat selama 6 tahun berturut-turut melampaui target, realisasi melampaui target ini dari tahun 2020, 2021, 2022, 2023, 2024 dan relasasi tahun 2025..
Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lahat M. Ghufran D., S.E., M.M. melalui kabid Perencanaan M Ansori SE MSi memyampaikan lampauan target ini dari tahun 2020 sd tahun 2025. Ditahun 2020 Target RP. 113.070.819.000. realisasi. Rp.118.746.159.558. 105%,
Target tahun 2021 Rp117.494.699.696 realisasi Rp. 155.046.272.657= 129% target Tahun 2022 . Rp. 149.997.796.007. Realisasi Rp162.110.226.091. =108%. Target tahun 2023. Rp. 200.472.864.150 Realisasi Rp 213.363.347.883. =106 % Target tahun 2024. Rp. 178.830.489.337. Realisasi Rp 238.384.488.393 =133,30% target tahun 2025 = Rp.245.170.874.034 realisasi Rp 281.869.861.726 = 114,97% “, ucapnya .
Dukungan Masyarakat dan Pejabat Suksesnya capaian target-target di sektor krusial seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) juga tidak lepas dari dukungan serta apresiasi terhadap kinerja para camat, lurah kades dan masyrakat yang patuh pajak .
“Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lahat akan terus berupaya mengoptimalkan pendapatan melalui berbagai sektor strategis. Kami berupaya cari potensi baru kebijakan pusat tarif PBB tidak boleh dinaikkan, meskipun di satu sisi PBB itu penilaiannya berdasarkan nilai jual objek pajak (NJOP), untuk di Kabupaten Lahat ini NJOP-nya dari tahun 2014 belum pernah dinaikkan, ini sebenarnya potensi tetapi kalau dinaikkan masih ada pertimbangan lainnya seperti pemahaman masyarakat” tutur Ansori.
Senin 18 Mei 2026.
“Kemudian kondisi perekonomian Kabupaten bagus banyak muncul restoran baru UMKM nah di situ ada pajak restoran, pajak makanan/ minuman pajak catering ini juga potensi dalam meningkatkan pendapatan. Yang pasti kenaikan pajak ini juga dilihat dari masyarakatnya dulu dan sebelum dinaikkan akan kami sosialisasikan ke masyarakat “, ucap Kabid Perencanaan ini.
“Mari bersama kita bangun Kabupaten Lahat Menata kota membangun Desa, kami mengharapkan kesadaran/ patuh wajib pajak untuk pembangunan Kabupaten Lahat”, tutur Ansori. (EY)
















