Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Kabupaten Lahat

Sosialisasi Prasasti Sungai Duren, Ajak Bersama Lestarikan Warisan dan Cagar Budaya di Kabupaten Lahat

226
×

Sosialisasi Prasasti Sungai Duren, Ajak Bersama Lestarikan Warisan dan Cagar Budaya di Kabupaten Lahat

Sebarkan artikel ini

Relasipublik.com | Lahat
–Dalam rangka pelestarian cagar budaya di kabupaten Lahat, pada Sabtu (30/11/2024)
Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Lahat melaksanakan sosialisasi prasasti sungai Duren, bertempat di cafe hungry pedia kabupaten Lahat provinsi Sumsel.

Pelaksana kegiatan Kepala bidang kebudayaan Dinas Pendidikan dan kebudayaan kabupaten Lahat Syaihul Azhar SE MM menyampaikan adapun yang melatarbelakangi pelaksanaan ini dasarnya adalah undang-undang nomor 11 tahun 2010 tentang cagar budaya,juga Peraturan Bupati Lahat nomor 5 tahun 2023 tentang cagar budaya .

“Tujuan kegiatan ini untuk melestarikan warisan atau cagar budaya yang ada di Kabupaten Lahat khususnya terkait dengan prasasti sungai duren, dan nantinya akan di bahas mengenai prasasti sungai duren, nanti silakan tanyakan dan akan diberikan jawaban oleh narasumber, ujarnya kepada peserta.

“Harapan Kita semua bahwa apa yang nanti yang diberikan/disampaikan oleh narasumber terkait dengan prasasti sungai durian ini bisa menjadikan ilmu bagi kita semua “, tuturnya.

Sementara Plh Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Lahat Eti Listina SP MM menyampaikan Sesuai dengan undang-undang nomor 11 tahun 2010 tentang cagar budaya serta Peraturan Bupati Lahat nomor 5 tahun 2023 tentang cagar budaya menjelaskan bahwa untuk melestarikan dan mengelola cagar budaya yang merupakan bagian warisan budaya pemerintah bertanggung jawab dalam pengaturan perlindungan pengembangan dan pemanfaatan cagar budaya berupa benda, bangunan, struktur situs dan kawasan jadi kita memang harus melestarikan ini .

“Di kabupaten Lahat Warisan budaya ini selain megalit yang ada 1000 megalit itu , sebagian ada di Gumai hulu ada juga prasasti, nah prasasti yang akan kita bahas hari ini yaitu prasasti sungai duren yang ada di Desa Lebak Budi Kecamatan Merapi barat . Prasasti sungai duren ini sangat luar biasa Jadi ini harus kita lestarikan, inilah fungsi kita, juga selaku pemerintahan desa, kemudian perangkat desa untuk melestarikan budaya, cagar budaya dan prasasti yang ada “, ucap Eti Listina sekagus Membuka kegiatan.

Sebagai narasumber Dr.Wahyu Rizky Adi. SS MM dalam paparannya menyampaikan Deskripsi, Desa Lebak Budi Kecamatan Merapi Barat Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan, prasasti ini disimpan oleh keluarga Bapak Syahrudin almarhum bin Depati Abdul mukmin yang merupakan keturunan ke-13, di daerah ini terdiri dari Margo 4 suku Negeri Agung yang terdiri dari marga Lebak Budi, marga ulak pandan, marga Negeri Agung dan marga Perangai. prasasti ini berbahan logam jenis tembaga dengan ukuran panjang 42 cm lebar 15,3 cm dan berat 1,33 kg prasasti ini ditulis bolak-balik recto dan verso pada bagian rectonya terdiri dari 9 baris dan bagian versonya 7 baris.

Prasasti Sune duren merupakan prasasti pertama yang di temukan di Sumatra Selatan masa kerajaan Majapahit, prasasti ini juga prasasti pertama yang menyebut kata ” Palembang”, prasasti tentang penancapan tugu di sejumlah wilayah sebagai batas wilayah berbahan logam tembaga dengan ukuran panjang 42 cm lebar 15,3 cm dan berat 1,33 kg menggunakan aksara dan bahasa Jawa kuno versi Majapahit.

Setelah paparan di lanjutkan tanya jawab dalam pantauan awak media peserta antusias mendapatkan ilmu mengenai prasasti sungai duren ini . (EY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *