Relasipublik.com | Lahat, – Kinerja jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Lahat, kembali menjadi sorotan. Ketua Gerakan Cinta Lahat (GCL), Mahendra Winaya, bahkan berikan sinyal adanya kemungkinan perombakan kabinet Bupati Lahat, terhadap pejabat yang dinilai tidak mampu mengikuti ritme kerja kepala daerah.
Pernyataan itu disampaikan Mahendra dalam Podcast PWI Lahat yang dipandu Ketua PWI Lahat, Ehdi Amin SPdI. Menurut Mahendra, Bupati Lahat miliki karakter kerja yang menginginkan gerak cepat dan hasil nyata. Namun, kondisi di sejumlah OPD, dinilai belum sepenuhnya mampu mengikuti ritme tersebut.
“Bupati Lahat ini karakternya ingin gerak cepat dengan hasil yang bagus. Sedangkan kondisi OPD saat ini, jadi kelabakan, sehingga sulit mengikuti keinginan Bupati Lahat,” ujar Mahendra, di Sekret PWI Lahat, Selasa (1/9/2026).
Karena itu, menurutnya, evaluasi terhadap pejabat jadi hal yang wajar dilakukan. Bahkan, pergantian pejabat dinilai dapat jadi solusi apabila terdapat OPD yang tidak mampu menjalankan tugas sesuai target pemerintah daerah.
“Solusinya, ya ganti saja. posisi strategis di pemerintahan seharusnya diisi oleh orang yang memiliki latar belakang keilmuan sesuai bidangnya,” tegasnya.
Sorotan terhadap kabinet Bupati Lahat semakin menguat, ketika Ehdi Amin menanyakan, apakah Bupati Lahat telah lakukan pengawasan terhadap kinerja OPD dan kemungkinan melakukan perombakan kabinet.
Mahendra mengaku, dirinya mengenal karakter Bupati Lahat dan meyakini, saat ini Bupati Lahat tengah lakukan pemantauan terhadap jajaran pemerintahannya.
“Saya kenal betul Pak Bursah. Saya yakin beliau saat ini tengah memantau. Jadi siap-siap saja, bagi OPD yang tidak becus pasti akan diganti,” ujarnya.
Diakhir Podcast, Ehdi merangkum, sorotan yang dilontarkan Ketua GCL tersebut, menunjukkan adanya sejumlah persoalan pemerintahan yang jadi perhatian publik, mulai dari proyek yang putus kontrak, proyek mangkrak, hingga berbagai persoalan yang muncul di sejumlah OPD.
“Kita tunggu, apakah pernyataan yang disampaikan Ketua GCL jadi sinyal bakal adanya perombakan di kabinet Bupati Lahat, atau hanya sebatas evaluasi internal pemerintahan,” tutup Ehdi Amin. (EY)
















