Relasipublik.com | Lahat,
-Dalam memperingati hari Kartini Ke-147, Pemerintah kabupaten Lahat melaksanakan kegiatan dan penguatan pengembangan lembaga penyedia layanan bagi perempuan dan anak yang memerluan perlingdungan khusus tingkat daerah kabupaten/ kota tahun 2026. Rabu (29/04/2026) bertempat di Aula Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Lahat.
Kegiatan yang bertema ” Perempuan berdaya anak terlindungi menuju Indonesia emas 2045″, ini dihadiri organisasi organisasi wanita di Kabupaten Lahat, dari forum anak dengan nara sumber menghadirkan Ketua TP PKK Kabupaten Lahat Ir Sri Meliyana Bursah, Kepala Dinas PPPA kabupaten Lahat Hj Nurlela SAg, ketua Dharma Wanita Lapas Kelas IIA Lahat Esti Reza dan kepala Satreskrim PPA dan TPPO Polres Lahat.
Kepala Dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (PPPA) kabupaten Lahat Hj Nurlela urmlea sAg MM menyampaikan
Peringatan hari kartini ke 147 tahun 2026 di Kabupaten Lahat kegiatan ini sangat bermanfaat untuk kita mengingat kembali bagaimana perjuangan Kartini yang meningkatkan Emansipasi Wanita yang khususnya untuk bagi kita semua kaum perempuan di seluruh Indonesia.
Hari Kartini ini tentunya sangat berguna kita rayakan karena di Lahat ini banyak sekali perempuan-perempuan hebat yang hadir bersama kita saat ini Ibu Ir Hj Sri Meliyana beliau adalah anggota DPR RI yang juga istri dari Bupati Lahat Bursah Zarnubi kemudian ada seorang perempuan yang begitu luar biasa perempuan juga yang hebat yaitu Ibu Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih SH MH, dan juga banyak perempuan hebat-hebat yang lain di Kabupaten Lahat.
“Semoga nanti juga para generasi generasi muda Kita juga bisa mengikuti jejak-jejak para langkah kaum perempuan hebat di Kabupaten Lahat ini “, ucap Hj Nurlela.
Ketua Dharma Wanita Lapas Kelas II A Lahat Esti Reza mengatakan ” terima kasih dan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang luar biasa khususnya bantuan yang diberikan.
Semoga dengan kolaborasi ini semakin memperkuat upaya kita dalam memberikan perhatian dan perlindungan yang lebih baik bagi perempuan termasuk mereka yang berada di dalam lingkungan pembinaan”, ucapnya.
Kegiatan yang kita laksanakan hari ini merupakan langkah penting dalam memperkuat peran lembaga layanan di daerah ini menjadi ruang bagi kita untuk saling berbagi belajar dan menyamakan persepsi khususnya dalam upaya memberikan perlindungan yang lebih baik bagi perempuan dan anak yang membutuhkan perhatian khusus,
“Harapan saya melalui kegiatan ini membawa peluang pemahaman baru dan semangat untuk terus berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman ramah bagi perempuan dan anak dan memberikan mamfaat yang nyata”, tutur Esti Reza.
Sementara ketua TP PKK Kabupaten Lahat Ir Sri Meliyana Bursah menyampaikan
Melalui Peringatan hari Kartini ke147 ini, Kami berkomitmen bagaimana membawa kebahagiaan bagi warga binaan kemudian menjadikan mereka bagian dari kita. Lapas itu bukan tempat pembuangan Lapas itu adalah tempat pembinaan .Dari kata pembinaan ini maka dia menjadi tanggung jawab kita bersama, mereka tidak harus dijauhi tidak harus dimusuhi tidak harus diberi status yang mereka sendiri sulit hadapi, Tapi bersama-sama kita mengangkat ini sebagai bagian dari kehidupan kita untuk ikut membina”, tutur Sri Meliyana.
Peringatan Hari Kartini ini selama ini mungkin dilaksanakan dengan demikian yang lebih besar ibu-ibu fashion show dengan kebaya dengan segala yang ibu-ibu pikirkan tentang Kartini tapi hari ini saya mau mengajak ke sisi lain dalam perjuangan Raden Ajeng Kartini ternyata Kartini itu membebaskan ternyata Kartini itu memberdayakan.
“Jadi kalau hari ini kita sudah tampil cantik dengan kebayanya maka mulai hari ini kita akan tampil cantik dalam cita-citanya, rencananya, tampil cantik membuat Indonesia mempunyai banyak wanita yang sensitif terhadap urusan sesama wanita dan anak-anak dan cantik bersama lahir dan batin Mari lakukan bersama-sama yang dicita-citakan Kartini untuk hari ini dan untuk masa depan untuk kabupaten Lahat”, ucap Sri Meliyana.
Dalam kegiatan ada penampilan tari Eray-ray, puisi dari warga binaan, penampilan dari forum anak, dan pemberian bingkisan kepada keluarga warga binaan . Selain itu di akhir kegiatan juga diberikan bantuan kepada perempuan warga binaan diantaranya kompor gas,mesin jahitt,cetakan semprong dan lainnya dengan tujuan untuk memberdayakan warga binaan agar nantinya ketika kembali ke masyarakat pembinaan yang telah dilakukan seperti menjahit, membuat kue , membuat aneka souvenir (kuncir rambut) dapat bermanfaat dan hasilnya dapat meningkatkan kualitas hidup dan ekonomi . (EY)
















