Relasipublik.com | Lahat, – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lahat menggelar Sholat Idul Fitri berjamaah di halaman Masjid At-Taubah.
Acara ini dihadiri oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), jajaran pegawai, serta pejabat struktural Lapas Kelas IIA Lahat. Momen ini menjadi wujud kebersamaan dalam merayakan hari kemenangan setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh.
Sholat Idul Fitri ini dipimpin oleh Habib Alized Syahab selaku imam dan khatib. Dalam khutbahnya, beliau menyampaikan pesan tentang makna kemenangan hakiki setelah menjalani ibadah puasa serta pentingnya Idul Fitri sebagai momentum taubat dan harapan baru. Para jamaah mengikuti khutbah dengan penuh khusyuk, merenungi pesan-pesan yang disampaikan untuk menjadi pribadi yang lebih baik di masa mendatang.
Dalam kesempatan ini, Kalapas Lahat, Bapak Reza Meidiansyah Purnama, memberikan sambutan kepada seluruh warga binaan dan pegawai Lapas.
Kalapas menyampaikan permohonan maaf serta pesan penuh makna yang sejalan dengan tema perayaan tahun ini, yaitu “Meraih Kemenangan Hakiki, Idul Fitri dalam Bingkai Taubat dan Harapan.”Kasi Binadik, Bapak Ibrahim Lakoni, turut memberikan sambutan untuk menyemangati WBP agar menjadikan momen Idul Fitri sebagai titik awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.
Dalam pernyataannya, Bapak Reza Meidiansyah Purnama menekankan bahwa Idul Fitri bukan sekadar perayaan, tetapi juga kesempatan bagi setiap individu untuk memperbaiki diri dan memulai lembaran baru.
“Hari kemenangan ini bukan hanya tentang kembali ke fitrah, tetapi juga momentum bagi kita semua untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, merefleksikan diri, dan memperbaiki segala kekurangan yang ada. Saya berharap WBP dapat menjadikan momen ini sebagai awal perubahan menuju pribadi yang lebih baik dan lebih bertanggung jawab dalam menjalani kehidupan,* ungkapnya.
Selain itu, Kalapas juga mengingatkan bahwa keberkahan Idul Fitri dapat diraih dengan terus menjaga kebersamaan, memperkuat silaturahmi, serta menumbuhkan semangat untuk berbuat kebaikan.
*“Saya ingin mengajak seluruh jajaran pegawai dan WBP untuk menjadikan Ramadan dan Idul Fitri sebagai pembelajaran berharga. Jangan berhenti berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Kami di Lapas akan terus mendukung pembinaan agar setiap warga binaan mendapatkan kesempatan memperbaiki diri dan kembali ke masyarakat dengan kesiapan yang lebih matang,”* tambahnya.
Pelaksanaan Sholat Idul Fitri di Lapas Kelas IIA Lahat berlangsung dengan khidmat dan tertib. Para jamaah, baik dari kalangan WBP maupun jajaran pegawai, mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan penuh kekhusyukan. Setelah sholat, suasana semakin hangat dengan sesi silaturahmi dan saling bermaafan sebagai simbol kebersamaan dan kesucian hati di hari kemenangan ini.
Dengan terselenggaranya sholat berjamaah ini, diharapkan para WBP dapat mengambil hikmah dari bulan suci Ramadan serta semakin memperbaiki diri menuju kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.
Lebih dari sekadar perayaan, ibadah ini juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran dan perubahan diri bagi para WBP. Jika nilai-nilai keimanan dan kebersamaan yang diperoleh dalam Idul Fitri dapat terus dihayati dan diterapkan, maka hal ini akan menjadi langkah awal dalam mendukung program akselerasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, khususnya dalam bidang pemasyarakatan.
Transformasi yang dimulai dari kesadaran spiritual diharapkan mampu mendorong pembinaan yang lebih efektif, sehingga WBP dapat menjalani proses reintegrasi sosial dengan lebih baik dan menjadi pribadi yang produktif di tengah masyarakat. (EY)