Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Kabupaten Lahat

Deklarasi Indonesia Bersinar, Kabupaten Lahat Hadirkan Kepala BNN RI dan Menteri Desa PDT

150
×

Deklarasi Indonesia Bersinar, Kabupaten Lahat Hadirkan Kepala BNN RI dan Menteri Desa PDT

Sebarkan artikel ini

Relasipublik.com | Lahat-Wujud komitmen berantas narkoba, pemerintah Kabupaten Lahat melaksanakan Deklarasi Indonesia Bersinar (Bersih dari Narkoba) Kamis 22 Januari 2026 bertempat di gedung olahraga (GOR) kabupaten Lahat provinsi Sumsel.

Kegiatan ini dihadiri langsung Kepala BNN pusat Komjen Pol.Suyudi Ario Seto SIK.SH MSi, Menteri Desa dan Pembangunan daerah tertinggal Yandri Susanto S.PT.MPd. Kakor Binmas Irjen Pol.Kalingga SIk.MSi, Wakil Gupernur Sumsel Cik Ujang SH, Waka Polda Brigjen Pol Sony Santana SIK, Ka BNN Sumsel Brigjen Pol Hisar Siallagan SIK.MH, ketua TP PKK kabupaten Lahat Ir.Sri Meliyana Bursah, pengurus Apkasi, bupati/walikota seSumsel, Forkopimda Kab.Lahat, Kepala OPD, Camat, Kades sekab Lahat, TP- PKK, Tomas, Relawan Narkoba Lahat serta pelajar dan mahasiswa. Yang bersinergi dalam pencegahan narkoba melalui ikrar bersama.di awal kegiatan.

Bupati Lahat Bursah Zarnubi SE mengatakan
Pemberantasan narkoba menjadi tanggung jawab kita bersama dan menjalankan amanat Presiden dalam Asta Cita nomor 7 Penguatan prmberantasan Narkoba sekaligus nomor 6 membangun dari desa dan dari bawah untuk menyelesaikan pemerataan dan pemberantasan kemiskinan. kemiskinan tidak mungkin diberantas kalau narkoba masih merajalela di desa-desa.

“Kabupaten Lahat zona merah gawat darurat narkoba, narkoba sudah hidup dengan kita sehari-hari, kalau istilah saya narkoba itu sudah di halaman kita.Narkoba sudah ada di mana mana mari selamatkan diri kita keluarga kita, lingkungan masyarakat kita dan selamatkan bangsa kita dari Narkoba agar tujuan Presiden RI untuk mencapai Indonesia emas tahun 2045” ucap Bupati Lahat yang juga Ketua Apkasi (Asosiasi Pemerintah Kabupaten kota seluruh Indonesia ) ini.

Sementara Wakil Gubernur Sumsel H.Cik Ujang SH mengatakan kita semua menyadari bahwa narkoba kini tidak lagi hanya menyasar perkotaan tapi sudah merambah ke pelosok desa melalui program desa bersinar kita ingin memperkuat benteng pertahanan paling dasar di masyarakat dengan dukungan kementerian desa.

“Jadi sebelum terlambat mari kita bersinar yang bersih dari narkoba, dan komitmen berantas narkoba ini dengan Deklarasi Indonesia Bersinar .saya secara khusus memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada bupati Lahat dan jajaran yang telah bersedia menjadi inisiator sekaligus sebagai tuan rumah. Kabupaten Lahat bukan hanya kaya akan sumber daya alam dan budaya tetapi hari ini membuktikan diri memiliki komitmen dan moral yang tinggi untuk menjaga generasi tetap sehat dan berintegritas” Tuturnya .

Narkoba adalah kejahatan luar biasa yang merusak saraf bangsa, deklarasi ini jangan hanya menjadi seremoni semata tetapi harus diikuti dengan aksi nyata mari kita wujudkan sumatera selatan yang maju terus untuk semua dan indonesia yang bersinar bersih dari narkoba “,ucap Cik Ujang.

Senada Menteri Desa dan daerah tertinggal Yandri Susanto S.PT.MPd mengajak bersama berantas narkoba, ” Mari kita gabungkan komitmen bersama bersatu selamatkan anak negeri ini selamatkan warga negara dari bahaya narkoba. kami di kemendes mengajak untuk melawan narkoba saya minta kepada para kepala desa, BPD, perangkat desa pendamping desa warga desa harus sama-sama kita lawan narkoba dengan sekuat-kuatnya kita tidak boleh kalah dengan bandar-bandar narkoba”, ucapnya.

Mari bersatu, bersama-sama katakan tidak dengan narkoba insyaallah dengan deklarasi tadi indonesia akan bebas narkoba .kita bersatu padu insyaallah Indonesia emas tahun 2045 dengan asta cita yang keenam bapak Presiden Prabowo yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan sekaligus kemiskinan insyaallah akan benar-benar menjadi kenyataan dengan salah satu cara kita lawan hajar tumbangkan narkoba, narkoba musuh kita bersama “, ucapnya.

Kepala BNN pusat Komjen Pol.Suyudi Ario Seto SIK.SH MSi, memyampaikan Hari kita bersama di kabupaten Lahat untuk menghadiri momentum besar momentum sejarah terhadap penanganan narkotika dan obat-obatan terlarang di indonesia .dengan dihadiri bapak menteri desa dan jajaran dan juga segenap elemen masyarakat .

” Bersinar dan menjadi sejarah tonggak sejarah penanganan narkotika di indonesia dan mudah-mudahan ini menjadi penyemangat kita semua, dan hari ini kita sama-sama akan dan telah mengikuti launching nasional wilayah kabupaten bersinar. (bersih dari narkoba) se Indonesia ditandai dengan peluncuran unit layanan terpadu P4GN yaitu pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika .kabupaten Lahat yang menjadi tonggak awal pembangunan BNN tingkat kabupaten serta akan dilanjutkan dengan pendirian 50 unit layanan P4GN lainnya di tingkat kabupaten/ kota seluruh wilayah nusantara.” ucapnya.

kegiatan hari ini sejatinya merupakan sebuah manifestasi nyata dari hadirnya negara atau step presense dalam membangun pertahanan nasional dimulai dari unit terkecil masyarakat keluarga atau desa yang ada di wilayah kabupaten yaitu keluarga atau desa yang juga saat ini menjadi terobosan yang visioner dan patut dijadikan contoh oleh daerah-daerah lain antara kebijakan pusat dan daerah serta memadukan antara peraturan daerah dengan kearifan lokal ditempatnya yang berlaku di masyarakat.

Narkoba adalah musuh bersama dan dalam pemberantasan narkoba ini kita harus bersama-sama, harus kuat dan berani mengatakan tidak pada narkoba dan menghentikan aksi-aksi narkotika praktek-praktek narkotika sekecil apapun itu kita jangan pernah memandang sepele.

“Kabupaten Lahat sudah menjadi saksi deklarasi sudah dikumandangkan, mari kita sama-sama berperang melawan narkoba kita berperan terhadap bandar-bandar narkoba tapi kita ke depankan upaya kemanusiaan terhadap para korban. saudara-saudara kita yang sudah tersandung terperosok masuk menggunakan narkoba harus kita selamatkan harus kita rehabilitasi”, ucapnya.

Mari kita bergandengan tangan bersama-sama pemerintah pusat pemerintah daerah segenap stakeholder, TNI-Polri Kementerian, lembaga tokoh agama, tokoh masyarakat kita bergandengan tangan secara serius pemberantasan narkoba. berikanlah informasi kepada BNN. Polri untuk Menindaklanjuti para Bandar bandar yang selama ini bermain di berbagai wilayah.

Dan untuk korban para pecandu wajib kita samakan kita rehabilitasi jangan ada lagi anggapan bahwa tempat rehabilitasi adalah tempat penyiksaan, tempat yang menakutkan, stigma yang negatif lainnya .Untuk yang jadi korban, menjadi pengguna, pencandu di selamatkan rangkul bawa ke rehabilitasi di sembuhkan”, ucap Kepala BNN pusat.

“Saya juga meminta kepada seluruh aparat desa jangan pernah mendiamkan, membiarkan praktek-praktek sekecil apapun itu baik dengan modus hajatan, kita tidak menginginkan dan membenarkan adanya praktek penyalahgunaan narkoba, bila ada wajib ditindak di proses tangkap pengedarnya dan penyelenggaranya”, pesannya yang mengajak bersama memberantas narkoba. (EY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *