Relasipublik.com | Lahat,- Kepala Balai Besar POM Palembang Yani Ardiyanti, SF., Apt., MSc., mengatakan di Kabupaten Lahat pada penjual takjil di bulan puasa Ramadan 1447 Hijriyah ini masih ditemukan mie basah yang mengandung formalin .
Hal hal ini disampaikannya saat kegiatan Ir.Sri Meliyana Anggota Komisi IX DPR RI fraksi Gerindra daerah pemilihan Sumsel II
bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) sosialisasi pemberdayaan masyarakat melalui “Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) obat dan Makanan di kabupaten Lahat. Rabu (04/03/2026) bertempat di rumah dinas Bupati Lahat.
“Bapak-bapak/ ibu-ibu di Kabupaten Lahat Masih ditemukan pedagang takjil bulan Ramadan 1447 Hijriyah /2026 Masehi ada penjual mie basah yang mengandung formalin. Jadi Bapak bapak Ibu kalau ingin makan rujak mie Pilihlah mie yang bukan berasal dari mie basah menggunakan mie telur keriting Mie yang direbus /diseduh. Mie yang di temukan ini sangat beresiko karena mie basah tersebut formalinnya sangat tinggi waktu kami melakukan uji langsung pekat untuk kandungan formalinnya, jadi bapak/ ibu mohon hati-hati waktu memilih pangan pembelian takjil berbuka puasanya, lebih baik memasak sendiri Lebih aman dan sehat:, ucap Yani.
“Kita di bulan Ramadhan dan menyambut Lebaran ini biasanya mempunyai tradisi menyiapkan takjil dan jajanan Lebaran. Nah, alangkah baiknya kita juga harus cermat, selain itu memeriksa apakah sudah mendekati masa kedaluwarsa atau belum,” ujarnya.
Menurutnya, pengawasan BPOM ini bukan bertujuan mencari kesalahan, melainkan demi memastikan keamanan masyarakat.
“Saat kita turun ke lapangan seperti menyasar pasar-pasar, pedagang takjil bukan kita mencari-cari masalah ya bapak ibu, namun kami hanya memastikan pengawasan demi keamanan dan kesehatan masyarakat,” pungkasnya. (EY)
















