Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Kabupaten Lahat

Optimalkan Pembinaan Kepribadian di Ramadan 1447 H, Lapas Lahat Gelar Lomba Azan dan Ayat Pendek Alqur’an

20
×

Optimalkan Pembinaan Kepribadian di Ramadan 1447 H, Lapas Lahat Gelar Lomba Azan dan Ayat Pendek Alqur’an

Sebarkan artikel ini

Relasipublik.com | Lahat — Dalam upaya mengoptimalkan pembinaan kepribadian selama bulan suci Ramadan 1447 H, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lahat melalui Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat) menggelar lomba azan dan pembacaan ayat-ayat pendek Al-Qur’an bagi warga binaan (03/03).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan religi yang secara konsisten dihadirkan oleh Subseksi Bimkemaswat sebagai sarana pembentukan karakter dan peningkatan keimanan warga binaan. Antusiasme terlihat dari partisipasi peserta yang berasal dari seluruh kamar hunian, dengan jumlah 25 (dua puluh lima) peserta lomba azan dan 16 (enam belas) peserta lomba pembacaan ayat pendek.

Suasana berlangsung khidmat saat satu per satu peserta melantunkan azan dengan penuh penghayatan dan membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan tartil. Kegiatan berjalan tertib dan kondusif dengan pengamanan ketat dari petugas jaga, serta diawasi langsung oleh Kasubsi Bimkemaswat beserta staf pembinaan untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan sesuai aturan.

Untuk menjamin objektivitas penilaian, Lapas Kelas IIA Lahat turut melibatkan petugas dari Kementerian Agama Kabupaten Lahat sebagai tim juri. Kehadiran unsur Kemenag ini semakin memperkuat sinergi pembinaan keagamaan antara Lapas dan instansi terkait.

Kepala Lapas Kelas IIA Lahat, Reza Meidiansyah Purnama, Amd.Ip., S.H., M.Si., memberikan apresiasi atas inisiatif Subseksi Bimkemaswat dalam menghadirkan kegiatan yang bernilai spiritual dan edukatif.

“Saya mengapresiasi peran aktif Subseksi Bimkemaswat yang terus menghadirkan pembinaan religi secara berkelanjutan. Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat keimanan dan membentuk karakter warga binaan agar menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Kalapas.

Ia menegaskan bahwa pembinaan spiritual merupakan pondasi penting dalam sistem pemasyarakatan, karena perubahan sikap dan perilaku yang berkelanjutan lahir dari kesadaran batin dan kedekatan kepada Tuhan.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Lahat tidak hanya mengisi Ramadan dengan kegiatan positif, tetapi juga menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang menyentuh aspek mental dan spiritual warga binaan, sebagai bekal utama dalam proses reintegrasi sosial. (EY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *